Saturday, August 11, 2012

Saya tidak akan berhenti menulis, tidak lagi. Tapi tidak di sini.

Tulisan; dimana perasaan merasuk ke dalam kata, membangun rumah dan wadah mereka. Dimana tulisan mampu membuatmu membaca, mendengar, dan melihat dalam satu waktu.


Tetaplah jatuh, tetesan hujan. Biarkan ceritamu mengalun dalam diam. Bukan menghapus, maupun melupakan. Karena waktu sekalipun takkan menghapus kisahmu yang tertulis di sini. Dan aku akan tetap menulis, di sana. Dan perlahan melangkah pergi...

Friday, December 30, 2011

Sebuah Pengakhiran

Sebuah pengakhiran.
Bagai senja yang menutup hari,
Mungkin pengakhiran ini hanya sekejap.
Menyapamu, untuk kemudian pergi.

Saya hanya ingin berbagi sebuah kisah hidup saya.
Tentang... Menulis.

Jujur saja,
Butuh keberanian besar untuk saya kembali kesini.
Dan saya pernah berkata,
"Menulis. Betapa rindu, betapa butuh, betapa saya tahu saya tidak boleh kembali kesana."
Saya menulis bukan untuk ajang pamer, atau unjuk bakat mungkin.
Sekali lagi,
Saya menulis karena hanya dengan ini hati saya mampu berbicara.
Mungkin ini sebuah pengakhiran saya menulis disini.
Saya trauma, jujur saja.

Dan satu hal lagi,
Sebuah percakapan singkat antara saya dan diri saya. Dengan kata hati saya, mungkin.

"Saya merasa saya bukan apa-apa, bukan pula bagian dari dunia ini. Seakan apa yang saya lakukan hanya berujung tidak lebih dari tiada."


"Tidak, masih ada yang bisa kamu lakukan, masih ada hal yang mampu kamu lakukan. Ada cara bersedih, menangis, kecewa, bahagia, tertawa yang lebih baik. Puisi. Kembali kesana, bukankah itu yang kamu bilang satu-satunya cara hati berkomunikasi?"


"Lantas apa? Jika puisi hanya lautan huruf dan tanda baca. Lantas apa jika menulis puisi hanya berujung sakit? Lantas apa jika menulis puisi hanya dipandang negatif? Lantas apa jika saya menulis puisi jika hanya dianggap salah? Bukankah puisi itu lahir dan kata-kata itu menetas, menetes dan kemudian mengalir dari hati saya? Bukankah saya juga memiliki hak untuk sekedar bersuara? Bukankah saya juga masih hidup? Bukankah saya juga boleh menulis Bukankah ini saya yang memiliki diri saya dan hidup saya? Sungguh, saya menulis dan berpuisi karena inilah sisi lain saya... Bukan untuk berkompetisi atau apapun."


"Menulislah. Apa yang kamu rasakan, tulis. Apa yang kamu alami, tulis. Tapi mungkin ada tempat yang memang lebih baik untuk menyimpan tulisanmu. Jangan berhenti menulis, Nadya. Karena dengan menulis akan menjadikan suatu bukti, sebuah saksi bahwa kamu pernah ada di dunia, bahwa kamu pernah nyata, bahwa hidupmu pernah ada, bahwa kisahmu memang pernah bernafas di dunia... Ketika kamu meninggalkan dunia ini kelak. Tulis semuanya suarakan semua hal yang bisu. Hidupkan kisah yang mati. Nyalakan sinar yang padam. Hanya dengan menulis... Menulis bagimu merupakan kontribusimu dalam hidup, sebuah dedikasimu kepada dirimu dan hidupmu. Jangan pernah berhenti menulis, Nadya."


Terimakasih, Raindropstales.
Untuk segalanya. Ya, untuk segalanya.
Dan kamu, akan tetap menjadi bagian dariku.
Karena kamu menyimpan sebagian bukti bahwa, aku ada.




Semoga ini memperjelas keadaan.
Maaf untuk Anda.
Tapi satu, saya tidak ingin ikut campur apapun tentang hidup Anda.
Dan tolong, jangan pinta saya untuk berhenti menulis.
Betapa Anda sudah membuat saya trauma.... Akan menulis.
Dari hati, sebagai sesama yang mempunyai hati.
Maaf&Terimakasih.

Tuesday, November 22, 2011

Untuk para 'pendengar'

Terlalu banyak merepotkan,
Teruntuk para 'pendengar' itu, ada hal yang tidak bisa langsung dikatakan.
Karena lisan terlalu sukar digerakkan ketika kedua mata ini, menangkap kasih sayang, perhatian, dan kesedihan yang tercermin di masing-masing sepasang bola mata milik kalian.
Aku tidak perlu menjelaskan lagi, berargumen, berdebat dengan suara-suara pikiran kalian.
Apa yang kalian sampaikan hari ini, diterima dengan baik oleh pikiran ini tidak seperti hari-hari sebelumnya. Tunggu pikiran ini mencernanya, dan mengaplikasikannya kelak. Butuh waktu.
Tidak ada peluh tetes itu lagi yang ingin tertuang dalam pembicaraan itu.
Kita hanya perlu hadir, biarkan siapa yang memulainya, siapa yang mulai berkata terlebih dahulu.
Biar yang lain cukupkan dengan mendengar, jika kita tak mampu berkata, buat apa dipaksakan? Hanya mendengar saja sudah lebih baik dari itu.
Jika yang berkata meminta untuk direaksikan perkataannya, maka bukalah mulut kita, berkata apa yang harusnya dikatakan.
Walau sebenarnya, diam yang mengudara diantara kita juga sudah turut berkata-kata.
Terimakasih, terimakasih karena telah menjadi 'pendengar' itu.

#27
Ada yang bilang,
Bahwa segenggam padi mampu digantikan satu buah ketela.
Ada yang bilang,
Dimana lilin mampu menggantikan cahaya lampu yang mati.
Ada pula yang bilang,
Bahwa bulan merupakan jelmaan matahari di malam hari.

Ada yang bilang,
Mati satu, maka tumbuhlah satu yang lainnya sebanyak seribu.
Ada yang bilang,
Sebungkus permen hanyalah wujud lain dari koin-koin yang kau miliki.
Dan ada yang bilang,
Bahwa kupu-kupu hanyalah ulat yang bermetamorfosa.

Tapi, tidakkah kamu mau merenung?
Apakah rasa segenggam padi akan sama dengan ketela?
Apakah terang yang diberikan seberkas lilin akan sama dengan satu lampu utuh?
Apakah sinar rembulan akan selalu setia menemani malammu? Layaknya sang mentari yang tiada lelah menyinarimu sepanjang hari.
Semua terlihat saling menggantikan, namun apakah semua itu utuh terganti?

Jika secangkir kopi kamu ibaratkan secangkir kehidupan,
Jika gula ialah gula, jika creamer tetaplah creamer,
Jika gula berperan sebagai pemanis,
Dan jika creamer menjadi pelengkapnya,
Mampukah kamu mengalihperankan mereka?

Jika semua perempuan pasti seorang ibu, dan lelakinya seorang ayah.
Mampukah seorang perempuan menggantikan peran ayah?
Dan mampukah seorang lelaki menjadi ibu?
Bukankah perempuan dan laki-laki juga sudah mempunyai perannya masing-masing?
Apakah kamu mampu mengalihperankan mereka?

Ada hal yang tak mampu kau paksakan, namun layak diberi kesempatan.
Ada waktu dimana kamu tidak memiliki nasi, dan dicukupkan dengan ketela.
Ada waktu dimana cahaya lilin sesaat mampu menggantikan lampu yang mati.
Ada kalanya dimana bulan harus hadir untukmu disaat matahari tenggelam di ufuk timur.

Namun, ada hal lain juga.
Ada yang tercipta utuh dan berperan utuh.
Ada yang hanya mampu mendalami penokohannya sendiri, bukan yang lain.
Ada peran utuh yang tidak memiliki peran pengganti.
Ada sesuatu yang tak mampu dialihperankan.
-NadyaJeihanR, 22 Nov 2011
Teruntuk para 'pendengar'


"Jika dia hadir sebelum kalian, dan kalian ada disaat ia pergi. Kalian dan dia membawa masing-masing keutuhannya.
Menempati ruang perannya--penokohannya masing-masing. Dan kalian dan dia merupakan dua hal yang diciptakan berbeda.
Memiliki tugas yang berbeda. Hanya satu, jika aku yang merasa. Hanya melarut disaat aku yang turut hadir.
Kalian tak bisa--tak perlu menjadi dia, begitu pula sebaliknya.
Kalian tak bisa--tak perlu mendalami perannya, begitu pun sebaliknya.
Karena kalian dan dia ialah sesuatu yang tak mampu dialihperankan."

Saturday, November 5, 2011

Selamat Tinggal! :)

Puisi terakhir untuk blog ini.
Karena puisi-puisi yang sudah gue tulis untuk 2 bulan terakhir tidak akan di post.
Takut pada nangis bacanya, soalnya gue sendiri aja yang bikin nangis ;p

#8

Kepada hujan di hari itu
Yang entah bagaumana mengisakkan segala tangis yang kubendung
Seakan ia membaca pikiranku, ingin meringankan bebannya
Hujan tidak pernah tahu, kemana awan kelabu itu 'kan membawanya
Hujan hanya tahu, ia akan kembali kemana ia bermuara
Ia telah berkelana, melihat dunia
Melintas langit tak berbatas
Ia hanyalah tetes-tetes air dalam tanah
Yang kemudian bermuara pada samudra
Dan menjadi awan kelak
Lalu apa?
Banyak yang tidak kau ketahui akan perjalanan rintik-rintik hujan itu
Dalam tetesnya aku melebur
Membenamkan semua emosiku didalamnya
Berharap tetesnya mampu menghapus air mata ini
Atau sekedar menguapkan semua rindu yang terpendam
Tetaplah basahi daratan kalbu ini
Yang merasakan kemarau berkepajangan
Diamlah sejenak, dengar aku yang ingin mengadu
Berharap kau mampu menjadi penawar akan semua rasa sakit ini
Membawa racun itu melebur bersama bumi
Hingga ia terkubur dan tyak usah kurasa lagi
Tinggalkan aku bersama heningmu
Biar tak ada yang perlu kudengar selain tetes-tetesmu
Biar tak ada yang harus kurasa selain sunyi ini

Hujan,
Dalam bisumu, kudengar tetesan itu bercerita...

NadyaJeihanR, Juli 2011.





Raindropstales tidak akan mati,
Karena hujan akan terus bercerita.
Kamu hanya berubah wujud dan memiliki perjalanan baru.
Kamu hanya akan berpindah.
Raindropstales sudah menjadi sebagian dari diriku.
Nadya dan hujan, dua yang ingin melebur, membaur dan menyatu.
Hujan menjadi saksi bisu untuk semua tangis, tawa, pedih yang kurasa.
Kini, perjalananku di blog sudah kuakhiri.
Namun tidak dengan ceritaku, masih ada dan masih perlu kutuliskan.
Hanya, tidak disini.
Bukan disini tempatnya.
Di jurnal pribadiku, dan di hatiku.

Dalam rindu yang memanggil,
Dalam dinginnya penantian,
Dalam hujan sebagai saksi bisu semua memori.
Raindropstales--Cerita tetesan hujan,
Akan menjadi sebuah bukti kecil bahwa aku--perasaanku pernah ada.
5 November, selamat tinggal.

Pengen curhat

Pengen banget curhat plis. Ini list curhatan gue :
1. KENAPA YA AMPUN YA GUSTI SUSAH BANGET (susah aja~) ngatur keuangan 2 bulan ini tuh?!
2. Kenapa banyak buku sastra bagus? Kenapa deh kenapa sih kenapa yah sebenernya gue cuma harus tinggal beli dan nabung kan tapi plis balik ke point pertama deh coba yah....
3. Kenapa sih kenapa kenapa kenapaaaaa banyak tugas yang harus mengeluarkan uang.... Kan jadi... (baca point pertama).
4. Kenapa harus ada pulsa? Kenapa? KENAPA? Kenapa pulsa harus habis dan nantinya gue harus beli pulsa dan nantinya harus bayar dan jadi... (baca point pertama, lagi).
5. COLDPLAY ke Indonesia ntar Januari, iya ntar Januari... Bulan ultah gue, gue pengen banget nonton ini mah bukan pengen aja. Gue pengen nabung, gue harus nabung, tapi plis baca curhatan gue yang point pertama lagi deh yah...
6. Gue GAJIAN bosssss!!! Asik kan? Meski hanya setaun sekali :') Uangnya baru kepake seperenamnya buat nraktir anak US yang pada nagih dengan cara bersikap manis semanis gue dan memanjakan gue seharian selama jam pertama les... Gilak memang mereka. Tapi tetep aja.... Baca point pertama lagi deh.
7. BANYAK HAL YANG INGIN SEKALI DIBELI DAN BANYAK HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN DAN INGIN SEKALI MENABUNG, TAPI TOLONG YA........... Baca point pertama curhatan gue lagi, puhlisssssss :(


Btw,
Padahal,
Gue,
Vice President of Finance nya CEPot'S. (sombongdikitajaaaaa).
Yaa Tuhan inilah yang dinamai dan menamai dirinya sendiri sebagai...
Cobaan.

Semoga uang tidak berkelanjutan kayak lagunya Bruno Mars yang berjudul Grenade...
"Easy come, easy go..."

Tapi seperti lagunya Secondhand Serenade yang...
"Stay close, don't go..."

Salam untuk uang yang bersemayam di dompet manusia di seluruh dunia,
Semoga tiada jarak diantara kita,
Dari yang membutuhkanmu,
Dari yang nanti akan mengurusmu,
Nadya Jeihan R., Vice President of Finance.

$_$
"Ada cara menangis, kecewa, sedih, dan jatuh cinta yang lebih baik :
Puisi."

-NadyaJeihan

Sunday, October 9, 2011

Jam istirahat di sekolah XXXXX...
Sebut saja mereka Mawar, Melati dan Anggrek.

Melati : "Eh Mawar liat deh rambut Anggrek lagi diurai lucu banget yaa udah panjang." (Sembari memainkan rambut Anggrek.)
Mawar : "Ih iya, Anggrek lucuan diginiin deh jangan dipotong lagi ya rambutnya!" (Ikut-ikutan mainin rambut Anggrek)
Melati : "Eh liat deh, bagus kan rambutnya diginiin? Eh cari iket rambut! Mana ya iket rambut, eh Mawar pegangin rambut Anggrek dulu ya!"
Anggrek : (menggerutu karena rambutnya dijailin Mawar dan Melati)
Melati : "Eh eh pinjem iket rambut dong!" (berbicara ke temannya yang lain, lalu mengikat rambut Anggrek)

Setelah rambut Anggrek selesai diikat...
Mawar : "Ih Anggrek lucu banget sih rambutnya! Sumpah deh kayak yang di anime anime gituuu. Aaaaa lucu banget!"
Melati : "Iya ih! Udah ntar lu ikutan cosplay aja, Grek!"
Anggrek : "Duh, lu semua kayaknya kebanyakan baca manga deh-____-"
Mawar : "Ih sumpah deh, lucu banget ih rambut lu nyaaa. Gue mau punya anak kayak elu! Ah mau banget plis lucu!"
Anggrek : "Yaudah lu pacaran sama bokap gue aja"
Melati : "HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA"
Mawar : (Hening. Diam seribu bahasa. Tidak mampu berkata-kata...)

SELESAI

Thursday, October 6, 2011

"Jangan pergi. Gue sudah pergi jauh dan kini sedang berusaha kembali ke kalian.
Jangan pergi. Jangan tinggalin apa yang kamu sebut 'kalian' itu.
Jangan pergi. Si 'kalian' itu pasti akan merindumu.
Jangan pergi. Ada si 'kalian' disini yang masih ingin bertahan bersama kamu.
Jangan pergi. Gue mohon jangan pergi.
Tuhan, hanya ini. Apa ini masih terlalu tinggi?"

Tuesday, October 4, 2011

"Hembuskan perasaan yang sudah lama kau biarkan hidup di dalam sana, lepaskan ia, biarkan ia keluar dari tempatmu menjaganya, memecah indah, dan mengudara, hingga ia mampu terbang bebas menjelajah cakrawala."

"Lepaskan dan maafkan. Bukan soal kesalahan siapa. Bukan salahnya, bukan pula salahmu. Ini hanya takdir Tuhan."

"Kesempatan terkadang ada dengan tujuan memperbaiki apa yang semestinya diperbaiki. Ada pula yang bertujuan bagaimana kamu dapat membuat suatu akhir yang lebih indah."

"Pernah merasa terjebak takdir?..."

Monday, October 3, 2011

Untitled

Hallo, 11 pejuangku.
Yang dahulu bisa tertawa bersama kalian.
Yang dahulu bisa menangis bersama kalian.
Yang dahulu semuanya hanya ada kalian.

Kemana? Kemana gue yang dulu?
Kemana jiwa gue yang dulu bisa sepenuh hati gue cinta mati sama kalian?
Kemana jiwa gue yang dulu sanggup berlari bersama kalian?
Kemana jiwa gue? KEMANA? KEMANA?

Kalian tau gak? Gue marah sama diri gue sendiri karena kayak gini.
Gue marah karena gue kehilangan jiwa gue buat 'merasa'.
Gue marah sama diri gue karena gue gak mampu ngembaliin jiwa gue.
Gue marah. Gue marah.

Gue harus apa , Ceps?
Harus gimana?
Kenapa gue gini?
Kapan gue pulih?

Ceps, demi apapun juga,
Gue gak pernah tau ceritanya bakal gini.
Gue gak punya niat buat berubah seperti ini.
Gue bingung Ceps. Bingung.

Disini, ga ada apapun di rumah yang gue bangun di hati gue.
Kosong.
Disini, di pikiran gue, gue bahkan ga mampu untuk memikirkan apa yang seharusnya gue pikirin.
Yaitu kalian, mereka.

Kenapa tiba-tiba gini sih gue?
Kenapa gue pergi terlalu jauh dari kalian?
Kenapa masih ga mampu buat kembali ke kalian?
Gue harus gimana?

Maafin gue. Gue minta maaf buat semuanya.
Maaf karena pergi terlalu jauh.
Maaf karena emang bener,
satu-satunya yang konstan di dunia ini cuma perubahan.

Kasih gue waktu buat pulih.
Kasih gue waktu buat nemuin jalan balik ke kalian...

:______________________________((((((((((((((((((((((

Thursday, September 29, 2011

Jenuh

Jenuh. Semua orang pasti pernah jenuh, jenuh buat hal apapun.
Tapi gue lagi jenuh. Jenuh banget, bukan jenuh aja.

Gue lagi jadi orang yang ga ingin terikat.
Sama apapun itu.
Sama ini, sama itu.
Cuma, hanya ingin terikat sama diri sendiri.
Dan bodohnya gue gamau terikat sama sekolah sekalipun-____-
Bukannya sok pinter atau apa, gue les kok biar makin rajin.
Gue les kok buat ngejar Sekolah Buat Masadepan.
Tapi gimanadooooong gue lagi senang menghabiskan waktu bersama diri sendiri.
Seperti...

Tidur sendiri (yaiyalah)
Mandi sendiri (yakali berdua-.-)
Makan sendiri (yamasa disuapin)
Masak sendiri (harus...)
Ngurung diri sendiri
Nyanyi sendiri
Jajan sendiri
Nonton tv sendiri
Dan yang terbaik adalah...
Jalan-jalan sendirian.
Gue gatau kenapa hal yang satu ini tuh gue banget!
You know what? Gue pernah nekat naik bus ke Sentul sendirian.
Karena gue pengen sendiri. Iya sendiri aja...
Gue sering pisan jalan-jalan ngiterin Bogor, dibanding naik angkot.
Pokoknya itutuh sesuatu bangeeet, ngeliat langit, suasana kota, cuma sendirian, sendiri dengan apa-apa yang lu rasain dan pikirkan sendiri.
Seakan imaji gue terbang bebas tanpa ada yang perlu menangkap dan memenjarakannya.
Seakan lu merasa lebih hidup...
Lu bisa tau jalanan mana aja yang agak serem buat dilewatin, jalanan mana yang keren buat dilaluin, tempat-tempat kecil yang suka lu hirauin kalau naik kendaraan, berbagai macam makhluk dengan berbagai macam penampilan...
Keren.
Ah hanya berbekal diri sendiri, alam, dan uang, gue bisa ngerasain kebahagiaan yang belum tentu pernah orang rasain.
Jadi diri gue, meluangkan waktu untuk diri gue, menelaah perasaan gue, dengerin kata hati gue dan meninggalkan egoisme, berinteraksi dengan apa yang ada di dalam diri ini.
Rasanya jatuh cinta sama apa yang ada dan udah ada.

Dan...
Andai gue di Bandung... HAAAAAAH ini pikiran dan rindu yang gabisa pergi dari gue.
Hati gue rasanya terbelah untuk 3 kota berawalan 'B'
Bandung, Bogor, Bangka.
Ahh seandainya bisa hidup di 3 tempat.....

Monday, September 19, 2011

Curhat Buat Sahabat

"Sebotol mahal anggur putih ada di depan matamu, tapi kamu tak pernah tahu. Kamu terus menanti. Segelas air putih."


"Sesuatu di dalam ruangan ini terlalu menyakitkan bagiku. Entah anggur ini terlalu tua bagi lidahku atau cinta ini terlalu tua bagi hatiku."



Dewi 'Dee' Lestari - Curhat Buat Sahabat

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini...

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : "Pandang aku, kau tak sendiri,
oh dewiku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi...

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...

Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."

Wahai tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

Saturday, September 17, 2011

KALIAN :)

Pernah kan, gue bahas tentang sahabat?
Sahabat deket yang udah gue anggep kakak gue sendiri,
Sahabat deket yang punya tanggal jadian sama gue,
Nah yang ini, sahabat yang ketemu gara-gara senasib tentang cowok! Segerombolan sahabat yang ternyata isi hatinya ga beda jauh sama gue.
Sahabat, gue termasuk orang yang tau mana asli mana palsu...
Entah, feeling gue kuat aja, dimana gue perlu atau enggak cerita ke orang ini atau orang itu.
Karena pernah pengalaman kali yah.... Hahaha.

Pernah gak, lu berada di antara orang yang bisa nerima lu apa adanya?
Sebusuk-busuknya elu, lu masih diterima sama mereka...
Meski lu tau, mereka kecewa sama lu tapi mereka cuma senyum, pegang tangan lu, dan bilang, "Kita ada buat elu, lu punya kita"

Disaat mereka tau lu lagi down, mereka sms lu, miss call lu, dan nge chat elu berkali-kali, padahal lu cuma ninggalin hape lu, ga bales sms mereka dan ga ngangkat telepon mereka, dan HEBATnya lagi mereka tetep sms lu dengan kata-kata seperti...
"Besok ngomong ya sama gue, gue gamau lu gini terus, gue mau lu bahagia, gue mau bantu lu!"
"Njeee cabal yah dungdung ailapyu kamu masih ada aku, kita, we lupyuu :*"
"Ini emang hidup kamu je. Dan aku cuma berhak untuk ngingetin kamu :) tapi inget ya, kita akan selalu ada untuk kamu.."
"Kamu mau sendiri dulu? Tapi kalo ada apa apa kasih tau kita ya :*"
"Ga boleh gini terus ya, harus sayang sama diri sendiri, gaboleh lupa makan, kamu punya kita je!"
Masih di kasih emote senyum... Masih di kasih perhatian... Disaat gue udah ngecewain dan ngediemin kalian... :_)

Gatau, harus berterima kasih seperti apa lagi sama Tuhan karena baik banget... Nulis semua skenario hidup gue dan menyisipkan mereka di hidup gue.
Apa yah, takdir? Kalo emang ini takdir, ini takdir yang menurut gue indah banget...
Disaat lu izin buat ke suatu tempat, lu menyendiri, lu ngeluarin apa yang elu tahan sendirian, pas lu sadar ternyata mereka udah nungguin lu di tempat lu menyendiri daritadi, mereka senyum, mereka tau lu lagi ga baik-baik aja, dan lu nahan beban yang lu sembunyiin dari mereka, cuma supaya mereka ga khawatir sama lu... Dan hal kayak gini bukan cuma sekali gue alamin.

Hahaha, kalian udah sering banget ya liat gue yang sebenernya.
Yang rapuh, yang lagi nangis, yang ternyata butuh bantuan buat tetep berdiri.

Yang selalu ada buat lu, yang rela nangis bareng lu, yang pegang tangan lu dan bantu lu buat bangkit lagi...
Yang selalu pengen ngeliat lu bahagia, yang selalu siap jadi tameng lu disaat lu lagi rapuh.
AHHHHH PLEASE GUE GATAU MAU NGOMONG APALAGI :_____(((

Buat kalian,
Tante-tante yang ketawanya seksi, yang urat malunya udah copot, yang otaknya sengklek, yang punya hati yaaaaaaaaaang sangat baik, yang semua-muanyaa...
Terimakasih banyak :'))))

Kalian selalu punya ruang di hati gue, ruangannya lumayan gede ada sofa, kasur, dan tv lcd, ac serta dasilitas untuk karaoke, kamar mandi bershower daaaaaaaannnn banyak lainnya :))))
Ah pokoknya kalian tuh 'Hard candy with a surprise center' bangetlah! :*

Buat si tante yang setia sama si om.
Buat si cina yang hobi ber-india ria.
Buat si pesek yang cinta mati sama coklat.
Buat si bingung yang harus selalu pegangan.
Buat si kanjeng ratu yang senengnya kebut-kebutan.
Dannnnnnnn lainh lainh :*



Eyy, ailopyugaiszomuachhh:*******************
Makasih banyak loh yah! Hehehe.

Friday, September 16, 2011

I'm back

Well, I'm back. Saya kembali :)
Terserah apa yang akan terjadi nantinya, saya juga akhirnya sadar, ini hidup saya, saya punya hak untuk menulis.
Saya nulis, karena itu cara saya 'ngomong'.
Saya nulis, karena itu cara saya 'bahagia'.
Saya nulis, karena itu cara saya 'nangis'.
Saya nulis, karena itu cara hati saya berkomunikasi.
Saya nulis, karena dengan nulis saya merasa saya adalah saya, saya merasa dekat dengan hati saya sendiri, dan saya gak perlu berpura-pura.
Dan yaaaaaa,
Saya nulis, seperti para pelukis yang berbicara melalui lukisannya.
Saya nulis, seperti para komposer yang berbicara dengan lagunya.
Saya nulis, seperti satu orkestra utuh yang berbicara lewat lantunan simfoninya.
Saya nulis, seperti hati saya yang berbicara melalui bahasanya sendiri.

Nulis, karena ini nantinya bakal jadi bukti nyata, bukti yang utuh, bahwa saya pernah ada dan hati saya pernah berbicara, dan bahwa semua ini nyata adanya...

Yap, nanti saya akan post beberapa cerita saya yang saya translate dalam sebuah puisi.
Meski masih abal atau amatiran, mau dibilang galau lebay atau apalah terserah kalian, saya hanya satu dari sekian yang punya cara sendiri untuk bercerita :)

Oh ya, dan satu lagi...

Glee Cast - Loser Like Me

Yeah, you may think that I'm a zero
But, hey, everyone you wanna be
Probably started off like me
You may say that I'm a freakshow (I don't care)
But, hey, give me just a little time
I bet you're gonna change your mind

All of the dirt you've been throwin' my way
It ain't so hard to take, that's right
'Cause I know one day you'll be screamin' my name
And I'll just look away, that's right

(Chorus)
Just go ahead and hate on me and run your mouth
So everyone can hear
Hit me with the worst you got and knock me down
Baby, I don't care
Keep it up, and soon enough you'll figure out
You wanna be
You wanna be
A loser like me
A loser like me


Push me up against the locker
And hey, all I do is shake it off
I'll get you back when I'm your boss
I'm not thinkin' 'bout you haters
'Cause hey, I could be a superstar
I'll see you when you wash my car
All of the dirt you've been throwin' my way
It ain't so hard to take, that's right
'Cause I know one day you'll be screamin' my name
And I'll just look away, that's right

(Chorus)
Just go ahead and hate on me and run your mouth
So everyone can hear
Hit me with the worst you got and knock me down
Baby, I don't care
Keep it up, and soon enough you'll figure out
You wanna be
You wanna be
A loser like me
A loser like me
A loser like me

Hey, you, over there
Keep the L up-up in the air
Hey, you, over there
Keep the L up, 'cause I don't care
You can throw your sticks, and you can throw your stones
Like a rocket, just watch me go
Yeah, l-o-s-e-r
I can only be who I are

(Chorus)
Just go ahead and hate on me and run your mouth
So everyone can hear
Hit me with the worst you got and knock me down
Baby, I don't care
Keep it up, and soon enough you'll figure out
You wanna be
You wanna be
A loser like me
A loser like me



P.S. : Hujan selalu membawa cerita, dan dengarkan dalam teduh rintik-rintiknya, mereka bercerita dalam sunyi itu. Ya, hujan akan terus bercerita :)

Wednesday, June 8, 2011

On project for my "Lima Dua" stories.
On project for my "La Lluvia"
On project for my "UKK"
On project for my "SBM-ITB"
On project for my F U T U R E

Tuesday, June 7, 2011

Saya kangen menulis.
Saya kangen menulis.
Saya kangen menulis.


Writing is my alter ego.
But I do still have another things to do.. So I can't share my thoughts now.........

Wednesday, May 25, 2011

Sayap Sayap Patah

Sayap Sayap Patah
Sebuah karya dari Kahlil Gibran


Wahai langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini
Begitu rapuh dan mudah terluka
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa
Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa
Wahai ilalang
Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia
Menghargai apa arti cinta
Hati yang jatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu
Di sudut hati yang beku
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan
Sebelum hilang di terpa angin
Sambil terduduk lemah
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati
Hanya bayangan yang ku dapat
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah
Tertusuk duri-duri yang tajam
Hanya bisa meratap
Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan

Bintangku

"Ada banyak bintang di langit, dan kamu akan menemukan salah satunya yang memang berjodoh denganmu."

Aku takut kehilangan semangat untuk terus dapat membagi hal tentangnya,
Untuk dapat menulis apa yang tak mampu ku ucap,
Aku takut, bintangku tergelincir, dan selamanya aku tak bisa menemukan bintang yang sama,
Aku takut, kehilangan bintang itu sebagai inspirasiku...

Aku tidak ingin berhenti menulis,
Aku masih ingin menyibak awan-awan yang menutupi langit,
Mencari satu bintang yang selalu kurindukan.
Aku tak ingin bintangku tergelincir dari porosnya,
Masih banyak yang ingin kutuliskan tentang bintang itu,
Bintang yang paling terang yang selalu hidup di hati ini...

Tetaplah berada di belahan langitmu,
Tetaplah berpegangan pada porosmu,
Jangan pernah pergi, kumohon.
Walau Bumi terus berputar...

Monday, May 23, 2011

Kisah Hari Jum'at

Jadi, waktu hari Jum'at itu gue ketemuan tanpa direncanakan sama 'kakak-kakak ketemu gede' gue.

Dan... Gue punya berita bagus,
Kakakku yang tersulung, Flora Katarina Pebriyanti keterima di Agronomi&Holtikultura (AGH) IPB melalui SNMPTN Undangan.
Lu tau gak? Pas dia sms gue malem-malem ngabarin itu gue seneeeeeeeeeeeeeeeng banget.
Pas ketemuan, kita ngebahas banyak banget deh.
Selalu, setiap bareng mereka gue lupa waktu, selalu jadi si bungsu yang ketara mungil banget diantara mereka.

Dan pas diperjalanan pulang gue nyeplos,
Gue : "Eh ga kerasa ya, dulu padahal masih pake putih-merah eh sekarang lu udah ninggalin kita, udah jadi anak kuliahan pake almamater!"
Ka Olla : "Hahaha, iya banget udah de lu juga 2 taun lagi jadi anak kuliahan, Bina tuh setaun lagi!"
Ka Bina : "Hahaha iya ya jamannya kita masih pake putih-merah.. Masih berempatan kan yak dulu?"
Obrolan ringan, namun sebenarnya kenangan besar yang dijadikan topiknya.

Dan sampailah di jalan dimana dulu biasanya gue sama mereka bakal bareng sampe bener-bener depan pager rumah kita masing-masing!
Tapi, gue masih harus melanjutkan perjalanan karena rumah gue udah paling jauh sendiri.
HUFFFFFFFFFFFFFFFFTTTTTTTTTTTT.

Di rumah gue diem, gue kangen banget padahal baru pisah sejam.
Disini gue selalu jadi 'teteh' dan ga ada yang manggil gue 'de'.
Disini gue selalu jadi diem, ga kayak pas gue sama mereka.

Gue kangen ngeliatin langit bareng kalian.
Gue kangen berkicau ngomongin A sampe Z bareng kalian.
Gue kangen baca novel/komik bareng kalian.
Gue kangen nonton dvd serem sampe teriak-teriakan bareng kalian, nonton dvd sedih ampe sesengukan bareng kalian, nonton dvd lawak ampe ketawa puas bareng kalian.
Gue kangen makan nasgor bareng kalian.
Gue kangen masak-masak bareng kalian.
Gue kangen jalan ditengah-tengah kalian.
Gue kangen semua hal yang biasanya gue lakuin bareng kalian dan sekarang cuma bisa gue lakuin sendiri...

Ka Olla, Ka Bina...
Kalian bakal ninggalin gue make putih-abu ini sendiri,
Tapi, tunggu gue sampe gue bawa almamater itu, walau gue yang memutuskan buat ninggalin kota ini..
Kak, tetep tunggu gue ya..
:)

Sunday, May 22, 2011

Hidup dan Pilihan

Digurui tanpa membayar,
Dididik dan diajar tanpa pertemuan,
Tanpa adanya tatap muka,
Dihukum seketika,
Tiada kelulusan, ijazah ataupun sertifikat.
Terimakasih hidup, tak jarang kau menamparku kencang agar aku melihat kepada kenyataan.
Tak jarang kau menghempaskanku dan membiarkanku terjatuh agar aku tak lupa dengan daratan kehidupanku.

Bagaimana pasukanku? Yang hanya ada aku.
Yang akan berjuang menempuh lautan kehidupan dengan apa-apa yang aku punya.
Yang akan berusaha berjalan tegar dengan kaki yang mulai lelah ini.
Yang akan berdiri menenggak langit ditemani hanya dengan bayangku.
Yang akan berusaha menggenggam kepada semua pegangan yang ada dengan tangan dan jemari kecil.
Yang akan berusaha menopang seluruh beban di bahu yang terhitung rapuh.
Yang akan terus bersandar pada hati yang milikku sendiri yang bahkan aku tak tahu seberapa hancurnya hati itu.

Mereka berkata, hidup akan selalu memberimu pilihan yang mau bagaimanapun harus kau pilih.
Itu benar, tak jarang aku menemukan pertigaan di hidupku yang memaksaku untuk memilih, namun satu yang tiada pernah menjadi pilihan hidup itu, kembali ke belakang.
Dan jika hidup menyuguhkanmu kepada pilihan,
Kamu mempunyai hati untuk memilih salah satu dari pilihan itu dan kamu mempunyai ego untuk memilih semua pilihan itu.
Kamu yang tau hidupmu, kemanakah batinmu akan mendengar? Apakah kata hatimu, ataukah teriakan dari egomu?

Hei kau, tak sadarkah akan suara egomu yang berseru terlalu kencang?
Hingga aku sulit untuk sedikit bernafas,
Aku yang terus memaksakan kemampuanku tuk tetap mengejar semua yang belum tentu nyata,
Aku yang tiada lelah menyuruh diri ini untuk memilih kepada pilihan mencari lintasan lain dibanding mencari ujung dari lintasan ini,
Namun tetap kuteguhkan untuk berlari pada lintasan yang tiada berujung itu,

Dan jikalau engkau tahu,
Hati ini yang semula utuh, memilih untuk tetap menjaga perasaan itu,
Hingga ia perlahan retak,
Kemudian dibantingnya hingga hancur menjadi kepingan,
Dan kau remukkan kembali kepingan yang sudah hancur itu,
Kini ia hanya serpihan.. Tetapi,
Bagaimana bila serpihan-serpihan itu tetap memilih untuk tetap menjaga perasaan itu?
Perasaan yang hanya ditujukan padamu dan hanya milikmu..

Lalu adakah aku menyesal atas apa yang telah aku pilih?
Buatku sesal itu sudah tiada arti, sudah terlampau jauh semua itu mengalir.
Yang ada, aku hanya ingin bertahan.


"Bagaimana, masih kuatkah menopang beban yang menghantam bahumu?
Masih, walau gravitasi bumi mengundangku untuk jatuh bersamanya, namun masih ingin berdiri."